Hal yang anehnya saya temukan 'unik' pada disiplin Ilmu Hubungan Internasional salah satunya adalah penggunaan kata aktor. Tidak hanya dalam satu buku, tapi pada saat belajar di SMA mengenai hubungan internasional, kata yang dipakai adalah aktor.
Aktor.
Ak-tor.
Aktor yang kita tahu secara umum sangat dekat hubungannya dengan dunia film dan hal-hal yang berbau digital, ternyata populer juga di rumpun pengetahuan sosial dan politik. Jika ingin ditelaah sekali lagi, kata aktor bisa saja diganti dengan kata-kata ilmiah umum yang biasa ditemukan pada disiplin ilmu lain seperti kata 'pelaku' atau 'subjek'. Mengapa harus dinamakan dengan kata serapan bahasa asing actor? Memang tidak ada salahnya, kata aktor sah-sah saja digunakan. Pribadi, saya menganggap persoalan remeh ini unik dan menggelitik. Hipotesa dan pertanyaan memang tidak terpisah.
Secara umum aktor-aktor HI dibagi menjadi dua, yaitu state dan non-state. State yang dalam bahasa indonesia berarti negara. Sesuatu bisa dikatakan sebagai negara ketika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
- Rakyat
- Wilayah
- Pemerintah
- Pengakuan
Dalam pandangan realis sendiri, negara dikatakan sebagai aktor utama, segala yang berada diluar garis state dinyatakan bukan menjadi aktor utama dalam hubungan internasional. Negara menurut kekuatannya terbagi atas lima, yaitu:
- Superpower, negara-negara adidaya dan adikuasa, yang apabila mengeluarkan suatu kebijakan maka akan berdampak lansung pada dunia.
- Critical Power, negara-negara yang belum sekuat negara superpower namun ketika mengeluarkan kebijakannya maka sedikit banyak akan berdampak pada negara-negara lain.
- Middle Power, negara yang ditengah-tengah. Perekonomiannya belum terlalu maju, militernya juga belum terlampau kuat seperti negara super maupun critical. Namun, ketika membuat sebuah kebijakan internasional memiliki dampak pada negara lain walaupun sedikit.
- Small Power, negara-negara yang masih belum stabil di sektor internal. Sehingga, jika membuat kebijakan internasional maka masih belum berdampak apa apa pada dunia lain.
- Major Power, yaitu negara-negara yang belum sekuat superpower namun memiliki ciri khas tersendiri yang apabila membuat kebijakan yang menyangkut ciri khasnya tersebut maka akan berdampak vital pada dunia.
Pembagian aktor-aktor HI yang kedua adalah non-state. Non-state sendiri berarti bukan negara, yang mana jelas bahwa dalam pembagian ini adalah aktor-aktor HI selain negara. Hubungan Internasional tidak hanya mengenai hubungan diplomatik antara negara satu dengan negara lain. Aktor-aktor HI mempunyai cakupan yang sangat luas, bahkan individu bisa menjadi aktor HI. Secara jelas dijelaskan sebagai berikut:
- IGO (Internasional Goverment Organization) yaitu organisasi antar negara.Organisasi ini bisa bersifat regional maupun tidak. Keanggotaan dari organisasi jenis ini juga terbagi atas organisasi yang hanya bisa beranggotakan negara-negara yang merdeka dan berdaulat. Contohnya EU dan ASEAN. Keanggotan jenis kedua beranggotakan negara yang belum merdeka dan berdaulat namun memiliki pemerintahan otonom yang dapat mewakili. Contohnya adalah FIFA dan BWF.
- MNC (Multi National Coorporation) Perusahaan-perusahaan yang berifat transnasional/mendunia, terdapat di berbagai banyak negara, seperti McDonald dan Carrefour
- NGO (Non Goverment Organization) yaitu organisasi yang bersifat non-pemerintah yang beranggotakan individu-individu dari seluruh dunia. Contohnya: Green Peace.
- Individu, sebagai aktor individu erat kaitannya dengan sejarah terutama beberapa jenis individu. Seperti para pemimpin negara, para pemimpin pergerakan, dll. Contohnya, Soekarno, Nelson Mandela, Hitler, dll.
- Pers
Aktor-aktor HI seperti yang telah dijelaskan seyogyanya tidak hanya 'melulu' tentang negara dan kebijakannya, negara dan diplomasinya, negara dan duta besarnya. Hubungan Internasional itu luas, seperti namanya kata 'Internasional' tidak pernah bermakna sempit. Sehingga untuk memahaminya, diperlukan strategi tertentu.
Think globally, act locally.
special thanks to kak Ulfah and her lovely friend<3
"Kalo aktris HI diskusinya kapan kak ??" - Kak Aweks
Komentar
Posting Komentar