Ayah yang paling ganteng. Karena memang ganteng. Gagah. Iyalah. Keturunan arab, marga Alaydrus. tapi tidak sering dipake karena namanya sudah panjang. Cukup jadi nama facebook saja, ya yah?
Ini bukan apa-apa. Bukan juga karena ulang tahunnya ayah yang memang sangat ambigu dan penuh misteri. Putrimu ini hanya mau bersikap manis saja. Akhir-akhir ini, i think about ayah alot. Ibu juga. Bukan karena anakmu ini sudah dewasa dan bijaksana.
Hanya saja.., i dont know.
Kangen.
The more i drown into college life, semakin sering i think about ayah dan ibu juga rumah. Tapi untuk kali ini, fokusnya ayah saja ya bu. Soalnya, surat cinta anak-anakmu untuk ibu sudah banyak sekali dan tidak pernah sekalipun menulis buat ayah. Hehehe.
Pak Aldrin.
Terimah kasih karena sudah terlalu kuat untuk menggendong little Ainil yang meskipun lagi lucu-lucunya, tapi juga sangat gembul dan subur. Iya, ayah memang sering mengeluh terselubung kalau lagi flashback.
"Ini anak, disuruh cuci piring lamanya minta ampun. Padahal dulu itu, capeknya ayah selalu gendongki jalan-jalan. Battalanya lagi. edede.. betul-betul.."
Hehehe, maaf ya ayah. Gumpalan bakpao ini tidak tahu diri buat selalu minta gendong terus. Apalagi ayah dulu masih kurus, tidak kayak sekarang. Buncit. Tapi lebih buncit ainil :(
Ayah
Tahu tidak, ayah ini cowok idaman banget?
Tidak, tidak, terlepas dari fakta bahwa ayah ini Ayah Ainil yang secara semua anak selalu akan membangga-banggakan orang tuanya.Tapi, serius. Ayah ini cowok idaman masa kini. Kalau masih muda, pasti banyak yang naksir. Secara objektif, ainil bisa jelaskan.
Kalau menurut data-data dari putrimu ini kumpulkan, kebanyakan perempuan itu suka laki-laki yang dingin, cool kalo sama orang lain tapi cerewet, bawel kalo sama orang terdekat.
See? Ayah banget ya kan?
Ayah seram, cool, pendiam kalo lagi sama orang baru. Apalagi sama teman cowo Ainil? hehehe:( diatasnyami seram:( tapi, kalau sudah dirumah, My god, you always out of the box yah.
Ayah itu kekar, jago main basket, main bola, secara objektif iyaaaaa gagaaah....
tapi who knows?
you act silly like most of the time, always want to make princess-princess ini happy, kadang dengan tingkah yang (harusnya) lucu dan jokes yang (harusnya) tepat sasaran. Well, at least i know dimana gen jokes garing anakmu ini berasal.
Yah.
Terimah kasih untuk selalu berusaha untuk Ibu, Ainil, Nunu dan Dela.
Ayah laki-laki sendirian dirumah, pasti berat.
Setiap sholat idul fitri ayah sendirian. Tidak jarang juga ayah sahur sendiri. Ayah yang selalu paling was-was kalo salah satu dari 3 anak macannya belum pulang lewat dari jam 9 malam. Ayah yang tidak malu untuk masak. Ayah yang tidak gengsi untuk pegang sapu. Ayah yang dikaruniai 3 macan tambah satu ibu macan, selalu sabar untuk menjadi objek bully. Ayah yang paling semangat kalau Nunu mau pelihara binatang.Ayah yang selalu ada untuk menjemput Dela dimanapun, dalam kondisi apapun. Ayah yang selalu bangga karena menjadi Ayah dari keluarga kami.
Walaupun ayah laki-laki sendirian.
Karenanya, Ayah yang selalu menjadi yang paling tegar, yang paling kuat dirumah.
Apa yang paling aku kagumi dari ayah?
Ayah tidak pernah mau menyerah.
Kalian tidak bisa menjatuhkan ayahku semudah itu. Tidak dengan cara ini, apalagi dengan cara yang lain. 19 tahun aku hidup bersama ayah, trust me he is not an easy man. Dia sudah gagal berkali-kali, aku sudah gagal sama banyaknya. Kalau bukan karena ayah, aku tidak akan pernah belajar. Mungkin sudah tumbang di kegagalan pertama.
Tapi, Ainil punya ayah yang selalu bangga dengan anaknya.
Ayah yang selalu cerita soal prestasi-prestasi remeh dengan wajah yang seolah-olah salah satu putrinya telah memenangkan nobel perdamaian.
Mata ayah mempunyai binar yang sama selama 19 tahun aku hidup. Dan tidak pernah satu detikpun aku lihat cahaya dari mata ayah pernah redup.
Pak.
This is not my best writing.
Aku bisa saja menulis banyak hal-hal yang menyenangkan lagi tentang ayah. Pamer kepada dunia kalo aku punya keajaiban luar biasa bernama ayah dan ibu.
But, i cant.
Aku menulis untuk post ini berkali-kali, tidak akan pernah kuat untuk menyelesaikan sebuah tulisan tentang ayah.
Karena ayahku sehebat itu. Paling hebat. Sangat hebat.
i really just cant hold my tears while i write this.
Shit, i cant finish it.
I want to tell them all, everything that i could've said to you before. Every amaizing things that you did to Ibu macan dan anak-anaknya.
and this is not worth it. And, im so.. sorry for that.
I want to write more, but..
Aku hanya ingin menjadikan ayah abadi.
Walau dengan jalan yang tidak sepadan indahnya atas apa yang ayah berikan.
Ayah.
aku selalu suka untuk memanggil pria itu ayah.
Ayah.
Ayah-ku.
Laki-laki terbaik yang pernah Ainil, Nunu dan Dela punya.
Aku tidak yakin ada laki-laki sebaik ayah di luar sana. Or, i just havent met him yet.
Tapi kalau ada harapan yang aku ingin wujudkan di keadaan paling putus asa pun,
itu pasti tentang bagaimana aku ingin menjadi ibu sebaik ibuku dan bertemu laki-laki sebaik ayahku.
Aku mungkin tidak mengatakan i love you setiap hari.
Atau memang, tidak pernah berkata begitu sama sekali.
Tapi, sejak 15 September 19 tahun yang lalu,
setiap inci dari Ainil Azra Mujahidah..
sudah terlanjur jatuh cinta kepada ayah dan ibu.
From the first sight, the very first i opened my eyes.
Ini bukan apa-apa. Bukan juga karena ulang tahunnya ayah yang memang sangat ambigu dan penuh misteri. Putrimu ini hanya mau bersikap manis saja. Akhir-akhir ini, i think about ayah alot. Ibu juga. Bukan karena anakmu ini sudah dewasa dan bijaksana.
Hanya saja.., i dont know.
Kangen.
The more i drown into college life, semakin sering i think about ayah dan ibu juga rumah. Tapi untuk kali ini, fokusnya ayah saja ya bu. Soalnya, surat cinta anak-anakmu untuk ibu sudah banyak sekali dan tidak pernah sekalipun menulis buat ayah. Hehehe.
Pak Aldrin.
Terimah kasih karena sudah terlalu kuat untuk menggendong little Ainil yang meskipun lagi lucu-lucunya, tapi juga sangat gembul dan subur. Iya, ayah memang sering mengeluh terselubung kalau lagi flashback.
"Ini anak, disuruh cuci piring lamanya minta ampun. Padahal dulu itu, capeknya ayah selalu gendongki jalan-jalan. Battalanya lagi. edede.. betul-betul.."
Hehehe, maaf ya ayah. Gumpalan bakpao ini tidak tahu diri buat selalu minta gendong terus. Apalagi ayah dulu masih kurus, tidak kayak sekarang. Buncit. Tapi lebih buncit ainil :(
Tahu tidak, ayah ini cowok idaman banget?
Tidak, tidak, terlepas dari fakta bahwa ayah ini Ayah Ainil yang secara semua anak selalu akan membangga-banggakan orang tuanya.Tapi, serius. Ayah ini cowok idaman masa kini. Kalau masih muda, pasti banyak yang naksir. Secara objektif, ainil bisa jelaskan.
Kalau menurut data-data dari putrimu ini kumpulkan, kebanyakan perempuan itu suka laki-laki yang dingin, cool kalo sama orang lain tapi cerewet, bawel kalo sama orang terdekat.
See? Ayah banget ya kan?
Ayah seram, cool, pendiam kalo lagi sama orang baru. Apalagi sama teman cowo Ainil? hehehe:( diatasnyami seram:( tapi, kalau sudah dirumah, My god, you always out of the box yah.
Ayah itu kekar, jago main basket, main bola, secara objektif iyaaaaa gagaaah....
tapi who knows?
you act silly like most of the time, always want to make princess-princess ini happy, kadang dengan tingkah yang (harusnya) lucu dan jokes yang (harusnya) tepat sasaran. Well, at least i know dimana gen jokes garing anakmu ini berasal.
Yah.
Terimah kasih untuk selalu berusaha untuk Ibu, Ainil, Nunu dan Dela.
Ayah laki-laki sendirian dirumah, pasti berat.
Setiap sholat idul fitri ayah sendirian. Tidak jarang juga ayah sahur sendiri. Ayah yang selalu paling was-was kalo salah satu dari 3 anak macannya belum pulang lewat dari jam 9 malam. Ayah yang tidak malu untuk masak. Ayah yang tidak gengsi untuk pegang sapu. Ayah yang dikaruniai 3 macan tambah satu ibu macan, selalu sabar untuk menjadi objek bully. Ayah yang paling semangat kalau Nunu mau pelihara binatang.Ayah yang selalu ada untuk menjemput Dela dimanapun, dalam kondisi apapun. Ayah yang selalu bangga karena menjadi Ayah dari keluarga kami.
Walaupun ayah laki-laki sendirian.
Karenanya, Ayah yang selalu menjadi yang paling tegar, yang paling kuat dirumah.
Apa yang paling aku kagumi dari ayah?
Ayah tidak pernah mau menyerah.
Kalian tidak bisa menjatuhkan ayahku semudah itu. Tidak dengan cara ini, apalagi dengan cara yang lain. 19 tahun aku hidup bersama ayah, trust me he is not an easy man. Dia sudah gagal berkali-kali, aku sudah gagal sama banyaknya. Kalau bukan karena ayah, aku tidak akan pernah belajar. Mungkin sudah tumbang di kegagalan pertama.
Tapi, Ainil punya ayah yang selalu bangga dengan anaknya.
Ayah yang selalu cerita soal prestasi-prestasi remeh dengan wajah yang seolah-olah salah satu putrinya telah memenangkan nobel perdamaian.
Mata ayah mempunyai binar yang sama selama 19 tahun aku hidup. Dan tidak pernah satu detikpun aku lihat cahaya dari mata ayah pernah redup.
Pak.
This is not my best writing.
Aku bisa saja menulis banyak hal-hal yang menyenangkan lagi tentang ayah. Pamer kepada dunia kalo aku punya keajaiban luar biasa bernama ayah dan ibu.
But, i cant.
Aku menulis untuk post ini berkali-kali, tidak akan pernah kuat untuk menyelesaikan sebuah tulisan tentang ayah.
Karena ayahku sehebat itu. Paling hebat. Sangat hebat.
i really just cant hold my tears while i write this.
Shit, i cant finish it.
I want to tell them all, everything that i could've said to you before. Every amaizing things that you did to Ibu macan dan anak-anaknya.
and this is not worth it. And, im so.. sorry for that.
I want to write more, but..
Aku hanya ingin menjadikan ayah abadi.
Walau dengan jalan yang tidak sepadan indahnya atas apa yang ayah berikan.
Ayah.
aku selalu suka untuk memanggil pria itu ayah.
Ayah.
Ayah-ku.
Laki-laki terbaik yang pernah Ainil, Nunu dan Dela punya.
Aku tidak yakin ada laki-laki sebaik ayah di luar sana. Or, i just havent met him yet.
Tapi kalau ada harapan yang aku ingin wujudkan di keadaan paling putus asa pun,
itu pasti tentang bagaimana aku ingin menjadi ibu sebaik ibuku dan bertemu laki-laki sebaik ayahku.
Aku mungkin tidak mengatakan i love you setiap hari.
Atau memang, tidak pernah berkata begitu sama sekali.
Tapi, sejak 15 September 19 tahun yang lalu,
setiap inci dari Ainil Azra Mujahidah..
sudah terlanjur jatuh cinta kepada ayah dan ibu.
From the first sight, the very first i opened my eyes.
Makassar, 25 Desember 2017.
2:54 WITA
I just made my first emotional writings.
It feels strange.
But, i wont delete it.

Komentar
Posting Komentar