uh, uhm,
ha..i?
Dia sudah melarangku sih, katanya jangan pernah ngomong "hai, hello, hey" lagi. Tapi apa memang seburuk itu? Maksudku, sapaanku terdengar baik baik saja. Setidaknya untukku. Kau merasa tidak aneh kan? kan? Jangan bilang, kau seperti dia. Oke,oke aku akui memang kikuk, tapi aku juga ingin menyapa orang lain. Memangnya tidak boleh?
"Boleh sih, terserah kamu. Tapi, kalo orang lain itu aku, kau hanya perlu untuk bernafas saja. Kau hidup? Maka aku akan selalu datang"
Siapa namamu?
Apa dia masih mempermainkan namamu di minggu ke 4 kalian bertemu? Kalo tidak, selamat ya. Kamu memang spesial banget deh! Aku senang, dia bertemu orang yang spesial. Karena dia yang luar biasa toh tidak akan pernah cocok dengan yang biasa biasa saja. Harus yang spesial dong, hehe. Ohiya, dia kamu kasih apa sih? Aku penasaran. Soalnya, terakhir aku ketemu dia masih mempermainkan namaku. Terakhir kulihat, namaku di hapenya masih Penjual-Kesing-Hape.
Malah tulisannya salah lagi.
Wah, sudah sejauh ini dan kamu masih belum tahu namaku. Sori, hehe. Aku Bintang. Aku tidak tinggal di langit, informasi tambahan. Aku tidak berusaha untuk melucu tapi jangan sebodoh dia. Aku hidup di bumi dan tinggal tidak terlalu jauh dari kotamu. Tetap capek kalo jalan kaki kesini. Kita seumuran, setidaknya perkiraanku begitu. Dia sudah punya banyak kakak dan adik, butuh saudara kembar katanya. Ngomongnya memang aneh, suka ngambang, ambigu. Ditanya apa maksudnya pasti dia cuma nunjuk nunjuk kepalanya.
"Oh, kamu tinggal di bumi? Berarti kamu bintang jatuh dong! Hebaat, siapa yang sudah kau kabulkan permohonannya?"
Dia sangat benci orang yang buang sampah sembarangan. Jangan lakukan itu didepan matanya, jangan pula di belakang punggungnya. Dia pasti akan tahu, dan mengutukmu habis-habisan. Jangan tanya, aku pernah melakukannya sekali dan bersumpah tidak akan pernah mengulanginya lagi hahaha. Apa yang lebih buruk daripada tidak menerima pesan random dari orang itu? Kamu pasti akan sangat merindukannya. Percaya padaku. Pesan yang datang bukan pada jam 2 malam tapi jam 2 pagi. Disaat kamu benar-benar sibuk dan sekarat karena suatu hal, pesan itu datang. Kalo pesannya tidak datang, hm.. coba kamu cek keluar kelas atau ruang tamu rumahmu. Biasanya dia sudah duduk anak sholeh sambil melakukan hal-hal aneh.
"Kemarin aku lewat depan rumah si pak aji, malam-malam. Aku liat mangga pak aji, udah mateng semua. Otomatis aku liat sodara kamu juga dong yang di langit. Tau ngga, serasa liat kamu. Manis trus indah"
Jangan merajuk kalo ini menyangkut sepak bola. Jangan pernah berpikir untuk menyita seluruh perhatiannya kalo sedang nonton bola. Apalagi sedang main bola. Ha, sadar kau datang untuk mendukung dia saja paling cepat besoknya. Iya, aku tahu perempuan memang ingin dimengerti. aku juga perempuan kok. Tapi untuk orang itu jangan harap kau bisa marah dan melihatnya berubah. Mustahil! Yang ada kamu yang tidak tahan cuekin dia hahaha.
"Aku cinta kali sama kamu, tapi bola yang cinta aku duluan. Gimana dong."
Apa yang paling kamu suka dari dia?
Jujur, aku suka kakinya. Dia cocok pake sepatu dan celana apapun. Juga, lesung pipit yang tiba tiba muncul kalo dia lagi genit atau sok lucu. Dia menggemaskan memang, tapi kadang pula dipaksakan menggemaskan. Aku paling benci hal itu. Rekor, selama 4 tahun aku selalu bisa menahan diri untuk tidak menonjoknya. Serius, apa yang dia pikirkan dengan bertingkah lucu didepan perempuan lain? Apalagi dengan tante-tante dan om-om yang baru dia kenal? Tuhan, anak itu memang perlu sedikit diberi pelajaran. Ini giliranmu untuk melakukannya. Karena aku tidak pernah sanggup.
Menyangkut dia, aku tidak akan pernah sanggup. Aku tidak akan pernah sanggup memberi pengakuan pantas atas aku dengan dia. Aku berbicara terlalu banyak ya? Ini karena aku menulis. Persis kata penyair, aku menulis karena aku tahu aku seorang pengecut. Di kehidupan nyata kita bertemu, kau akan dikhinati oleh kenyataan haha. Aku bersamanya selama empat tahun. Setahun menjadi sepasang anak kembar tidak biologis (begitu kata orang itu), lalu tahun tahun berikutnya menjadi yang lebih dari sekedar 'menjadi anak kembar'. Bagaimana ya. Bisa dibilang, sepasang kekasih? eh?
Dia ajaib. Aku si gadis sudut yang menyedihkan. Kelihatannya sangat membosankan. Tapi, kehadirannya mampu membawaku lebih jauh. Kita kombinasi yang istimewa, begitu teriaknya. Aku senang, sungguh aku merindukan setiap detik yang terbuang melakukan hal-hal yang tidak berguna asalkan bersama orang itu. Semua pembicaraan kita tentang bagaimana alam semesta bekerja, lalu ditutup dengan debat kusir dengan teori konspirasi favoritnya. Bagaimana kagumnya dia terhadap Aktivis Hariman Siregar sampai-sampai membicarkannya selama seminggu penuh lalu dilanjutkan dengan belajar membaca novel dari belakang (karenai tidak ingin dikelabui, terinspirasi dengan Hariman Siregar) selama 2 bulan. Aku suka, terkadang aku masih memimpikan senyuman konyolnya ketika aku mulai berkicau tidak jelas. Matanya, tuhan aku tidak akan pernah lupa tatapan itu. Mata yang berkedut bagai bulan sabit di savanah. Entah dia sedang menahan tawa atau bagaimana, tapi tatapan disaat aku mulai bernyanyi, aku benar-benar ingin menyerahkan apapun untuk melihat itu lagi.
"Bintang, aku sadar sekarang. Semua perempuan akan jatuh cinta dengan dirinya sendiri andai saja mereka bisa menyadari betapa menakjubkannya mereka saat membicarakan tentang impian dan passion yang sedang mereka kejar. Aku kasihan sekaligus bersyukur. Aku bisa menikmatinya sendirian hehe"
Tapi, sekarang dia punya kamu:)
Aku sungguh sangat baik baik saja. Aku sangat bahagia kalian bersama. Dan tidak ada maksud lain daripada aku menulis ini sebagai salah satu upaya untuk mengenang apa yang akan dihancurkan oleh waktu. Sekarang, berbahagialah. Seperti bahagiaku bersamanya dulu. Aku bahagia dengan hidupku yang sekarang dan katakan kepadanya, untuk terus berbahagia juga.
Oke, kuakui aku sudah terlalu cerewet hari ini. semoga kamu tidak keberatan ya.
Sampaikan salamku untuknya. Katakan untuk tidak lupa berbagi keajaibannya kepada orang lain. Sekian.
Bintang
Hei, aku rasa kau benar. Namaku bintang, dan aku bintang jatuh. Aku bintang yang telah jatuh, jatuh sejatuh jatuhnya padamu. Salam, aku permohonanmu yang telah dikabulkan.
Komentar
Posting Komentar