Langsung ke konten utama

Much Much!

Right. The very first post is always about the writer. 
Haha.
Jadi, well?

11 Agustus 2016. 12:37 menurut jam di laptop saya. 
Seharusnya saya tidak perlu repot repot ya, karna secara umum all about the writer itu sudah ada di blog ini-_- BUUT i'd love to bother my self. Jadi, pada saat saya membuat post ini itu adalah H-4 P2MB kampus saya, jadi kalo dibilang mahasiswa juga toh belum resmi, kalo dibilang masih siswa yaah saya kan sudah punya ijazah haha. Usia saya 17 tahun, untuk saat ini. dan Alhamdulillah diterima di Universitas Hasanuddin Makassar jurusan Hubungan Internasional. Untuk SMA, saya alumni dari MAN 2 Model Makassar, cuma lompat pagar dari SMP saya MTsN Model Makassar.


Saya suka membaca. dari dulu, membaca adalah tempat pelarian terbaik. Kata-kata adalah konteks yang indah dan menarik. tidak tahu, seperti ada keajaiban. Ah, saya tidak seperti yang kalian pikirkan. Saya bukan kutu buku super jenius yang introrvert. (or maybe i was?) look, im not wearing any glasses and yes, saya tidak jenius. i wish to but wow, trust me im super not. Saya bukan penggemar karya karya nonfiksi ilmiah, ataupun teorema teorema memusingkan lainnya. Saya seperti remaja lainnya, suka dengan cerita. Entah mendengar atau membaca, cerita memang selalu mengasyikkan. 

I said story, not drama.Got it? xD

Saya suka membaca hal-hal yang menarik, yang unik. Sesuatu yang menarik saya untuk lebih menyelami, dan menemukan apa yang membuat mereka begitu berbeda. Makhluk yang Tuhan ciptakan begitu sempurna tanpa cela. Mereka begitu kompleks sekaligus sempurna. Maka dari itu judul dari Blog ini juga bukan omong kosong. Kata-kata ini yang sangat membekas di otak saya, to be honest. 

Saat itu adalah masa masa kritis paling labil setidaknya selama 17 tahun terakhir. Bukan, masa terburuk sih. Hanya saja, kalian tahulah.. patah hati pertama memang sangat menyesatkan. and, i got her through all the difficult times. Like, wow how can someone like her bisa tahan sama semua curhatan sampah dumb shit yang labil menye menye for such a long time?!!!well, she did. and yes, salah satu advicenya saya jadikan judul blog ini. 

really mate, Thank you for that.

Setiap orang punya magnetnya sendiri-sendiri. Magnet yang terdiri dari kombinasi kompleks yang sekali lagi sempurna diciptakan dari yang Maha Sempurna. Manusia adalah objek yang paling terbaik dari semua cerita. mereka bisa menarik dan menjauh kutub masing-masing. mereka yang tidak akan pernah ada dua di dunia ini. Tidak ada yang lebih menarik selain itu. Selain apa yang telah disediakan. 

Secara umum konsep dari blog saya ini adalah mengenai orang orang di sekitar saya. Saya tidak tahu apakah ini menyalahi pasal/hukum yang berlaku tidak, saya tidak tahu akan meminta izin dari mereka atau tidak. Tapi saya harap mereka menerimanya. dan merasa baik baik saja fotonya saya publish di blog saya. 

Teori saya, bukan teori alam raya.
Saya bukan sok pintar, sungguh saya memang tidak. Tapi, saya cuma ingin menghasilkan sesuatu. Karena saya suka membaca, saatnya untuk mulai menulis. (baca: konsisten menulis)

I think thats enough for my very first post. see you in the next okay! 
.
.
.
Oh, and What's theory for today? 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Telepon dari Ayah

Pendeknya: akhir-akhir ini Ayah suka sekali meneleponku. Ayah menelepon ke rumah adalah hal yang lumrah, tentu saja. Ia menelepon Ibu, lalu Nunu yang sedang di Malang dan kadang-kadang juga Dela. Aku? Tidak pernah. Aku sebenarnya menolak memberikan Ayah nomor teleponku. Bukan apa-apa, aku juga tidak sedang sibuk apapun, dan untuk Ayah, aku memang selalu punya waktu. Hanya, apa ya? I hate the feeling. Setelah mendengar suaranya, aku tidak suka perasaan yang ditinggalkan. Khawatir, sedih,.. Kangen. Ah, yang paling penting: aku khawatir aku akan menangis. Yaa yaa ya, bilang saja aku orang paling jaim seluruh dunia. Kalau kata anak indie:  semesta sedang menertawakan bagaimana aku berlakon dengan gengsiku.   "..but? Its okay to cry, babe."  another blah blah blah. Tidak, sayang, tidak. Aku, iya memang jaim. tapi, bagaimana ya? Lebih daripada itu, aku tidak boleh menambah beban ayah dengan mendengarku menangis. Tidak boleh. Tidak bisa. Ayahku, se-overthinking itu....

Gemas

Padahal, Aku ingin terlihat menggemaskan. Pakai baju merah atau yang putih? Haruskah aku memakai bando yang ini?  Syal ini terlihat oke? Tidak? Mesti kuganti? Apa rambutku baik-baik saja? Ah, sial. Jerawatku tumbuh lagi. Bagaimana ini? Cuci muka dengan air beras? Tidak usah? Baiklah. Hari ini aku merasa sangat pendek.  Hei, kemarin-kemarin aku merasa tinggi kau tahu? Jangan mengejekku!  Diet mungkin membuatku kurus dan lebih pendek. Ah tidak apa-apa. Pendek itu menggemaskan. Oh, tunggu. Apa ini? Sepatuku belum kering?! Tidak... tidak.. aku harus memakai sepatu yang itu. Tidak boleh yang lain. Tapi, bu...  Sepatunya cocok dengan ba-- Iya, baiklah. Aku akan memakainya. Tapi tetap tidak ikhlas. Persetan dengan langit mendung!  Ugh. Sudah jam berapa ini? Aku harus segera bersiap-siap.  Adinda, cepat mandinya. Aku harus terlihat lucu hari ini.  Demi Tuhan, Aku hanya ingin 'sedikit' lebih menggemaskan untuk ha...

Kira

Aku kira. Bukan, namaku bukan Kira tentu saja. Kira, kau tahu kan? Kata yang menggambarkan pertentangan antara " what do you expect " dan " what actually happening" . Seperti apa yang kau anggap terjadi, ternyata tidak. Ternyata bukan, Ternyata hanya dikepalamu saja. Ternyata bukan itu yang menjadi realita. Harapan yang terlalu dekat dengan kenyataan, namun tidak tergapai. Tidak sampai. Tidak ke-sampai-an. Akhirnya kamu cuma bisa tersenyum, dan berkata lirih: Aku kira itu...  Aku kira, aku bukan lagi remaja perempuan kemarin. Aku kira, aku telah menjadi seorang perempuan yang Dewasa karena patah. Kuat karena jatuh. Aku kira, mengalami pengalaman jauh membuatku menjadi lebih tangguh. Hari-hari kemarin yang berat. Orang-orang yang pergi dengan bekas. Sakit, setiap denyut, setiap goresan, i feel it all.  Aku sudah merasakan semuanya, dan yang aku tahu,aku sudah siap dengan petualangan baru. Percaya diri sekali, merasa sudah berproses dan menikmati proses. Be...

Emily Stucturte

Saya besar secara harfiah, di seluruh dunia.  Saya pernah,(juga) menjadi salah satu yang dibuai oleh dunia. Ayah dan Ibu menduduki posisi penting di salah satu perusahaan menggurita katanya, jadi seharusnya masuk akal sering berpindah-pindah tempat tinggal. Saya, jujur menikmati itu. Negara-negara yang masih menjadi impian sebagian besar remaja seumuran saya, sudah bosan kujajaki. Saya besar di seluruh dunia, sudah kuberi tahu. Tapi untuk dimana saya benar-benar berasal, saya kurang tahu. Ayah blasteran sama seperti saya. Inggris dan Italia, tapi ada keturunan Skotlandia dari nenek yang juga blasteran. Iya, saya tahu keluarga saya sangat bhinneka tunggal ika bukan? hehe. Ibu saya sendiri orang Indonesia asli. Kalau belum tahu Indonesia tapi ternyata pernah ke Bali,berarti kalian mainstream. Haha kidding, jangan tersinggung. Apalagi kalau kalian orang Sulawesi seperti Ibuku, kumohon.. jangan tersinggung:) Langit bandung yang kelabu sisa hujan tadi pagi. Masih 3 jam lagi pak...

Phase

there are a lot of things, that goes to my mind lately. more days to come, everything becomes blurry. aku, jujur saja. ingin menjadi sosok seperti itu. yang melagenda, yang kuat, heroik dalam peristiwa-peristiwa yang dramatis. aku ingin jadi sosok itu: yang menjadi sangat hebat sehingga diriku adalah takhayul yang diriwayatkan dari mulut ke mulut. Aku ingin menjadi kuat, dan dikenal tegar. Sehingga jika aku pergi pun, namaku masih tetap menjadi gema. Hasilnya: aku manusia gendut yang suka melamun dan merusak diri.  Terpuruk. Terus saja bergumul dalam sedih. Mati kau dikoyak - koyak sesal . Dihabisi oleh rakus dan angkuh yang dipupuk bertahun - tahun. Adalah aku, yang sedang terengah - engah. Mampus ;

[RESUME] ILMU PENGANTAR HI

Hi. bukan. bukan hai. HI atau hubungan internasional ternyata tidak se-sederhana singkatannya. siapa yang menyangka ternyata makna dari HI dan hi ternyata sangat berbeda? apalagi membedakan antara HI dengan huruf kapital, hi dengan huruf anak bawang (baca:kecil) dan hi seperti hai whassup? Segala hal dengan imbuhan internasional memang selalu rumit dan dinamis, sekaligus menyenangkan. Saya tahu, menyenangkan yang dimaksud disini adalah magnet tersendiri. Sesuatu yang menarik dan semakin menarik, mengajak untuk terus berenang dan menyelami alurnya. Berfikir kritis dana bergerak secepat globalisasi, disiplin ilmu ini unik akan inovasi. Defnisi HI maupun hi secara umum sebenarnya bisa sangat disederhanakan. Ada banyak pendapat mengenai hubungan internasional dari para ahli, namun sebenarnya semua memiliki 3 kesamaan yang sama. Yaitu, aktor, interaksi dan lintas negeri. Hubungan Internasional secara defenisi adalah apapun yang mengenai 3 pokok itu.  HI atau dapat dikataka...

Is it okay?

"Is it okay for holding so much hatred of something that is in the past?" Pertanyaan itu sebenarnya muncul dari kegiatan gabut saya pada platform Instagram. Jam menunjukkan pukul 07.44 pagi, di bulan Ramadhan. Tidak berniat tidur, dan lebih memilih untuk tidak melakukan apa - apa. Rumah sangat sepi di waktu - waktu seperti ini. Tidak seperti biasanya, hari dimulai dengan sangat hening. Setiap hari saya menikmati pagi yang sepi sendirian. Kadang - kadang ditemani sayup - sayup suara cekikikan adik perempuan saya yang sedang nonton drama korea. Siklus tidur yang semakin tidak berpola di bulan puasa ini, pasrah sudah. Instagram adalah pelarian yang paling baik. Scroll. swipe. Scroll, swipe.  I stumbled on one picture that gave me so much feelings. Saya tidak terlalu mengerti bagaimana perasaan manusia bekerja. Mengimajinasikan hati manusia berada dalam kepalan tangan Tuhan yang digenggamnya dengan sangat rapat dan kuat. Ya, sangat kuat dan rapat, sehingga tidak ter...